Hari Raya dalam Kalender Liturgi

by Damasjano

img by imankatolik

KATApesta” dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik sebagai gereja universal, bermakna sebagai suatu perayaan rohani yang mempunyai nilai liturgis. Jadi, “pesta” di sini bukan dalam arti profan yang identik dengan “makan dan minum” atau hal-hal lain yang “menyenangkan secara jasmaniah.” Jadi, merayakan pesta dalam kalender liturgi adalah sukacita dalam iman, kasih dan harapan yang berpuncak pada perayaan ekaristi. Bagi Saya, hal itu merupakan kekayaan rohani dalam Gereja Katolik sebagai Gereja Semesta.

Dalam situs @Iman Katolik dijelaskan, bahwa “Pesta adalah sebutan untuk Hari Raya yang nilainya liturgisnya di bawah Hari Raya. Pesta dipakai untuk memperingati orang kudus yang utama, seperti penginjil dan para rasul Yesus atau peringatan yang penting dalam Gereja. Ada 25 Pesta dalam setahunnya”.

Berikut di bawah ini diuraikan 25 pesta menurut Kalender Liturgi dalam Gereja Katolik, antara lain :

  • Pembaptisan Tuhan – 7 Januari.
  • Pertobatan Santo Paulus Rasul – 25 Januari.
  • Yesus Dipersembahkan di Kenisah – 2 Februari.
  • Tahta Santo Petrus – 22 Februari.
  • Santo Markus Penginjil – 25 April.
  • Santo Filipus dan Yakobus – 3 Mei.
  • Kerahiman Tuhan – Minggu Kedua Paskah.
  • Santo Matius Penginjil – 14 Mei.
  • Santa Maria Mengunjungi Elisabeth – 31 Mei.
  • Santo Thomas Rasul – 3 Juli.
  • Santo Yakobus Rasul – 25 Juli.
  • Yesus Menampakkan KemulianNya – 6 Agustus.
  • Santo Laurensius Martir – 10 Agustus.
  • Santo Bartolomeus Rasul – 24 Agustus.
  • Kelahiran Santa Perawan Maria – 8 September.
  • Salib Suci – 14 September.
  • Santo Matius Rasul – 21 September.
  • Santo Mikail, Gabriel dan Rafael, Malaikat Kudus – 29 September.
  • Santo Lukas Penginjil – 18 Oktober.
  • Pemberkatan Basilika Lateran – 9 November.
  • Santo Andreas Rasul, 30 November.
  • Santo Stefanus Martir – 26 Desember.
  • Santo Yohanes Penginjil – 27 Desember.
  • Kanak-kanak Yesus – 28 Desember.
  • Keluarga Kudus – 30 Desember.

@Iman Katolik menjelaskan lebih lanjut, bahwa Hari Raya dirayakan setingkat dengan Hari Minggu, dalam perayaannya kita menggunakan Gloria dan pengucapan Kredo atau Syahadat. Bacaannya pun terdiri dari tiga bacaan. Pada ibadat harian biasa atau peringatan wajib, kita merayakannya tanpa Madah Kemuliaan (Gloria) dan tanpa pengucapan Kredo. Bacaannya pun sama dengan bacaan ibadat harian, yaitu hanya dua.

Sumber: www.imankatolik.or.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s